Kamis, 12 April 2012

Naruto 582 - Bukan Siapa-Siapa


Rencana Rahasia Itachi..!!
Terlihat Sasuke, Itachi, dan Kabuto sedang berhadapan.
Sasuke : Jurus yang menentukan takdir? Aku bahkan tidak tahu kalau ada jurus lain seperti izanagi.
Kabuto : Aku tak tahu apa rencana kalian selanjutnya. Yang pasti jurus kalian tidak akan berguna untuk melawanku.
Kabuto (sambil merapal sebuah jutsu) : Kukira kau masih tak mengerti siapa aku sebenarnya.
HERMIT TECHNIQUE MUKI TENSEI

Kemudian stalaktit gua bergetar dan jatuh. beberapa stalaktit menancap di tubuh Itachi. sedangkan Sasuke selamat karena menggunakan susano'o.

Sasuke (terkejut) : Itachi..!!
Kabuto : Teknik itu bekerja dengan memberikan kehidupan dan mengendalikan segala sesuatu yang tak hidup . Jurus ini sangatlah berbeda karena jurus ini dapat mengontrol sesuatu hanya dengan cakra. Dan masih banyak lagi...

Wajah Itachi mulai rontok sedikit demi sedikit.

Kabuto : Dia melindungi dirinya dengan susano'o, tapi itu hanya akan memperlambatnya. Aku tak bermaksud untuk menyakitimu, karena kau adalah peliharaanku. Sekarang aku akan membaca apa yang ia pikirkan. Kau tahu apa yang akan terjadi padamu?

Kabuto bergerak menyerang Sasuke. Sasuke segera menggunakan amaterasu dan mengenai sekelilingnya.

Kabuto : Contohnya, seberapa hebat jurus yang kau keluarkan dapat juga menjadi pertahanan terbaik, pastinya.. Suhu panas juga membuat gua ini kembali ke bentuk aslinya.
Itachi : Maafkan aku sasuke.
Kabuto : Maaf ya, tapi aku yang akan menang. Akulah sesuatu yang dapat membuat dan mengontrol. Aku tak pernah sedikit pun membayangkan kekalahan atas diriku.
Segala peraturan dan prinsip dasar di dunia telah Orochimaru pelajari selama bertahun-tahun, dan... Semuanya tersimpan dalam diriku. Dari manusia ke ular, dan dari ular ke naga. Sekarang aku merasa lebih dekat dengan petapa Rikudo dan beberapa orang di dunia ini. dibandingkan aku, clan uciha tak ada apa-apanya.

Sasuke (dengan nada membentak) : diam!! apa yang kau tahu tentang uchiha..!!
Itachi : Dengarkan..!!
Sasuke terkejut !!
Itachi : Kabuto, kau mengingatkanku pada masa lauluku. dengan begitu kau akan kalah.
Kabuto : ..... Kau tahu, aku tidaklah menonton peperangan ini, tapi akulah tokoh utama dalam peperangan ini. Aku pemimpin akatsuki sebagai mata-mata, dan memegang penuh dalam peperangan ini, aku juga bertarung melawan kalian.
Itachi : Kau berbeda sekali denganku, tapi saat ini aku merasa simpati padamu. Hingga sampai saat ini, kau juga menjadi mata-mata yang baik dan kau hidup di dunia yang sama dengan penuh kebohongan.
Kabuto : ....!!
Itachi : Aku juga tak dapat mengerti siapa aku ini. Mungkin sekaranglah saatnya untuk tahu, siapa yang sebenarnya menjadi kunci untuk mencapai kesempurnaan. Itu artinya mengerti apa yang dapat aku lakukan dan tidak dapat kulakukan.
Kabuto : Bicara apa kau dasar pecundang. Bukannya mengikuti apa yang tak dapat kau lakukan sama saja menyerah?
Itachi : Bukan..!! Yang ku maksud adalah untuk memaafkan diri sendiri atas apa yang tidak bisa dilakukan. Teman-teman mu akan selalu ada untuk menutupi apa yang tidak bisa kau lakukan. Dan untuk mencegahmu meninggalkan apa yang mungkin bisa kau lakukan. Jika kau ingin tahu  sampai dimana kemampuanmu kau harus melihat siapa dirimu sebenarnya dan mengenali apa yang kau lihat. Aku tak bisa melakukannya. Aku berbohong pada semua orang dan bahkan membohongi diriku sendiri.
Kabuto : ....
Itachi : Mereka yang tidak bisa mengenali diri mereka sendiri tidak akan pernah bisa menang. Seperti halnya diriku di masa lalu.
Kabuto : Kaulah yang tidak tahu apa-apa mengenai diriku. Aku menghabiskan seluruh hidupku untuk mencoba menemukan jati diriku dengan caraku sendiri.

Flash back
kabuto kecil terluka karena perang di desanya. ia ditemukan oleh seorang kakak dan ketiga adiknya.
Adik satu (Urushi) : Apa yang harus kita lakukan kak? kepalanya berdarah, dia bisa mati kalu begitu terus.
Adik dua : anak ini pasti berasal dari desa itu. Desa yang sedang berperang itu. Apa kau akan membawa dia?
Kakak : Urushi.. lukanya tidak seburuk lukamu dulu kok. Jangan khawatir, aku bisa jurus pengobatan sedikit. Bagaimana dengan orang tuamu?
Kabuto kecil : .....
Kakak : Siapa namamu?
Kabuto kecil : .....
Urushi : Dia tidak tahu apa-apa. Jeezz...
Kakak : Urushi, pinjamkan bahumu.
Urushi : Kau beruntung sekali... ayo, pegang bahuku.
Kabuto kecil : .....

Kabuto : Itulah hal pertama yang bisa ku ingat, aku bukan siapa-siapa sejak awal. Aku tidak punya apa-apa. Aku tidak tahu siapa orang tuaku bahkan namaku pun aku tidak tahu.

Kakak : lukamu cepat sekali sembuhnya.
Urushi : Setidaknya katakan terima kasih.! kau ini tidak tahu sopan santun ya..
Hey, pakai ini, siapa tahu kau kenapa-kenapa lagi (sambil memakaikan pelindung kepala ke kepala kabuto).
Dia benar-benar tidak tahu caranya bersikap. Ini pertama kalinya aku bertemu seorang yang tidak tahu namanya sendiri, juga nama orang tuanya.
Kabuto kecil : ....
Kakak : kau akan tinggal di sini. Dengan kata lain, mulai hari ini aku akan menjadi ibumu. kau bisa bertanya apa saja padaku.
Urushi : Tapi akan sulit memanggilnya kalau dia tidak punya nama.
Kakak : Betul juga, jadi kita namai dia siapa ya..? Bagaimana kalau Kabuto?
Kabuto kecil : ..... (kemudian tersenyum)
Kakak : ah dia tertawa, dia pasti suka nama itu.

Terlihat kabuto kecil tak bisa tidur karena teringat kata-kata Urushi (Setidaknya katakan terima kasih. Kau ini tidak tahu sopan santun ya..)

Terdengar suara dari luar kamar kabuto kecil.

Kakek : kta tidak bisa melakukan nya lagi dengan hanya bantuan dari negara dan desa. kita harus membicarakan nya dengan mereka lagi.
Nenek : Mereka tidak akan memberi lebih dari ini. Tapi pasti pelan-pelan bisa diusahakan, bahkan sekarang bertambah satu anak lagi.
kabuto kecil berjalan keluar dari kamar.
Kakak : .... Baiklah aku akan mengusahakannya. jadi tolong.

Nenek membuka pintu kamar kabuto kecil dan kabuto kecil menabrak pintu.

Nenek : Kenapa masih bangun ? Ini waktunya tidur.

Kabuto terkejut dan takut.
Kakak masuk dan menenangkan suasana.
Kakak : Anak ini baru disini, dia belum tahu jadwal dan peraturannya. tolong maafkan dia.
Nenek : huh, kau terlalu baik. Sini kau, lihat jamnya..!! ini sudah 20 menit melewati jam malam. Jadi kalau begitu, jam berapa jam malamnya. Ayo tebak ini kesempatanmu untuk belajar.
Kabuto kecil : .....
Nenek : Ayo jam berapa? katakan pada dirimu sendiri dan ingat baik-baik.
Kakak memakaikan kacamatanya pada kabuto kecil
Kakek : Dia hanya anak kecil, aku rasa dia tidak bisa menghitungnya. Atau bahkan membaca jam saja dia tidak bisa. Kita maafkan saja dia untuk hari ini.
Kabuto kecil : jam 9.
Kakak : Betuul !!
Kakek (terkejut) : Haha.. Jadi dia hanya tidak bisa melihatnya dengan baik. Dia sangat pintar untuk anak seumuran dia sampai sudah butuh kacamata.
Nenek : Kita tidak punya uang untuk membelinya. Umm kalau kau tidak bisa melihat sesuatu dengan jelas katakan saja ya..

Kabuto kecil melepas kacamata dan dicegah oleh kakak.
Kakak : Sekarang kau bisa tepat waktu. Aku harap lensanya cocok untukmu.
Kabuto kecil menangis.
kabuto kecil : terima kasih.

Kabuto : Dari awal aku tidak punya apa-apa.

Kakak : sama-sama.

Flashback berakhir.

Kabuto : Aku tidak punya apa-apa.
--------------------------------------
Naruto 582 berakhir.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More